Sabtu, 17 Agustus 2013

Pura Ratu Gde Mecaling

PERTANYAAN:
Apakah Pura Ratu Gde Mecaling termasuk Pura Kahyangan Jagat?
JAWABAN:
Menurut Lontar Raja Purana Besakih, Pura-Pura yang termasuk Sad-Kahyangan (enam Kahyangan) di Bali adalah: Pura Lempuyang di timur stana Bhatara Iswara, Pura Gowa Lawah di tenggara stana Bhatara Maheswara, Pura Ulu Watu di barat-daya stana Bhatara Rudra, Pura Batukaru di barat stana Mahadewa, Pura Bukit Pengalengan atau Pura Bukit Mangu di barat-laut stana Bhatara Sangkara, dan Pura Ulun Kulkul – Besakih di timur-laut stana Bhatara Sambu.
Sedangkan Pura-Pura Sad-Kahyangan itu ditambah dengan tiga buah Pura yaitu: Pura Batur stana Bhatara Wisnu, Pura Andakasa stana Bhatara Brahma dan Pura Gelap – Besakih stana Bhatara Siwa, dengan jumlah seluruhnya menjadi sembilan buah Pura, disebut sebagai Pura Kahyangan Jagat.
Dengan penjelasan di atas maka Pura Ratu Gde Mecaling yang menyatu dengan Pura Penataran Ped di Nusa Penida bukanlah Pura Sad-Kahyangan atau Kahyangan Jagat, tetapi Pura stana Ratu Sakti Ped, atau dikenal dengan Ratu Gde Mecaling.
Menurut Lontar Babad Dalem, Pura ini dibangun pada abad ke-14 ketika rakyat Nusa-Penida menentang kekuasaan Dalem Waturenggong, Raja Gelgel. Nusa Penida di bawah kekuasaan Dalem Bungkut mengadakan perlawanan, namun dapat dipatahkan oleh laskar Gelgel. Perlawanan kemudian dalam bentuk mistik.
Selanjutnya, ketika Dalem Sagening menjadi raja Gelgel, beliau mengirim Kiyai Wartaka menjadi Bendesa di Nusa Penida, tetapi rakyat Nusa-Penida tetap tidak mau tunduk di bawah pemerintahan Raja Gelgel.
Maka Kiyai Wartaka-pun tidak bertahan lama di Nusa-Penida. Untuk menjaga agar Nusa-Penida “tidak diganggu” oleh Gelgel, maka rakyat Nusa Penida membangun Pura Ratu Sakti Ped dengan memohonkan kekuatan roh Ratu Gde Mecaling dari Dewi Durga.
Mistik Ratu Sakti Ped demikian kuatnya bahkan bisa menyeberang ke Bali untuk membinasakan siapa saja yang berniat mengganggu Nusa-Penida. Rakyat Bali terutama yang bermukim di sepanjang pantai selatan: Klungkung, Gianyar, dan Badung sangat takut pada kekuatan mistik ini.
Untuk bersahabat dan meredakan kemarahan Ratu Sakti Ped dibuatlah “penyawangan” beliau dan arca yang seram sebagai simbol berbentuk Barong Landung di mana beliau dipuja dan dimohon memberikan keselamatan.
Dari sinilah asal mula kesenian Barong Landung yang hingga kini biasa ngelawang pada wuku Dungulan – Kuningan. Pelinggih penyawangan Ratu Sakti Ped antara lain ada di halaman belakang, dekat pantai dari Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar