Pura Ratu Gde Mecaling
PERTANYAAN:
Apakah Pura Ratu Gde Mecaling termasuk Pura Kahyangan Jagat?
JAWABAN:
Menurut Lontar Raja Purana Besakih,
Pura-Pura yang termasuk Sad-Kahyangan (enam Kahyangan) di Bali adalah:
Pura Lempuyang di timur stana Bhatara Iswara, Pura Gowa Lawah di
tenggara stana Bhatara Maheswara, Pura Ulu Watu di barat-daya stana
Bhatara Rudra, Pura Batukaru di barat stana Mahadewa, Pura Bukit
Pengalengan atau Pura Bukit Mangu di barat-laut stana Bhatara Sangkara,
dan Pura Ulun Kulkul – Besakih di timur-laut stana Bhatara Sambu.
Sedangkan Pura-Pura Sad-Kahyangan itu
ditambah dengan tiga buah Pura yaitu: Pura Batur stana Bhatara Wisnu,
Pura Andakasa stana Bhatara Brahma dan Pura Gelap – Besakih stana
Bhatara Siwa, dengan jumlah seluruhnya menjadi sembilan buah Pura,
disebut sebagai Pura Kahyangan Jagat.
Dengan penjelasan di atas maka Pura Ratu
Gde Mecaling yang menyatu dengan Pura Penataran Ped di Nusa Penida
bukanlah Pura Sad-Kahyangan atau Kahyangan Jagat, tetapi Pura stana Ratu
Sakti Ped, atau dikenal dengan Ratu Gde Mecaling.
Menurut Lontar Babad Dalem, Pura ini
dibangun pada abad ke-14 ketika rakyat Nusa-Penida menentang kekuasaan
Dalem Waturenggong, Raja Gelgel. Nusa Penida di bawah kekuasaan Dalem
Bungkut mengadakan perlawanan, namun dapat dipatahkan oleh laskar
Gelgel. Perlawanan kemudian dalam bentuk mistik.
Selanjutnya, ketika Dalem Sagening
menjadi raja Gelgel, beliau mengirim Kiyai Wartaka menjadi Bendesa di
Nusa Penida, tetapi rakyat Nusa-Penida tetap tidak mau tunduk di bawah
pemerintahan Raja Gelgel.
Maka Kiyai Wartaka-pun tidak bertahan
lama di Nusa-Penida. Untuk menjaga agar Nusa-Penida “tidak diganggu”
oleh Gelgel, maka rakyat Nusa Penida membangun Pura Ratu Sakti Ped
dengan memohonkan kekuatan roh Ratu Gde Mecaling dari Dewi Durga.
Mistik Ratu Sakti Ped demikian kuatnya
bahkan bisa menyeberang ke Bali untuk membinasakan siapa saja yang
berniat mengganggu Nusa-Penida. Rakyat Bali terutama yang bermukim di
sepanjang pantai selatan: Klungkung, Gianyar, dan Badung sangat takut
pada kekuatan mistik ini.
Untuk bersahabat dan meredakan kemarahan
Ratu Sakti Ped dibuatlah “penyawangan” beliau dan arca yang seram
sebagai simbol berbentuk Barong Landung di mana beliau dipuja dan
dimohon memberikan keselamatan.
Dari sinilah asal mula kesenian Barong
Landung yang hingga kini biasa ngelawang pada wuku Dungulan – Kuningan.
Pelinggih penyawangan Ratu Sakti Ped antara lain ada di halaman
belakang, dekat pantai dari Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar